Selain Menunggu Dokter NS, Dinkes Kepsul Juga Terus Berupaya Kontrak Dokter Untuk Mengisi Kekosongan Sejumlah PKM

Editor: Ekhy Drakel author photo

(Foto): Kadinkes Kepulauan Sula, Hj.Fianty Buamona.

MALUT INEWS, SANANA- Dinas Kesehatan Pemda Kabupaten Kepulauan Sula dibawah pimpinan Fianty Buamona, saat ini terus berupaya melakukan komunikasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait tenaga dokter Nusantara Sehat (NS) untuk mengisi sejumlah PKM rawat inap yang saat ini mengalami kekosongan dokter.

Selain melakukan komunikasi dengan Kemenkes terkait kebutuhan dokter NS, Dinas Kesehatan juga tengah melakukan upaya kontrak dokter dari luar daerah untuk pemenuhan kebutuhan tenaga dokter di Kepulauan Sula.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sula, Hj.Fianty Buamona saat ditemui wartawan pada Senin (20/07/26), mengakui bahwa memang di Kepulauan sula ini mengalami kekurangan tenaga dokter, terutama dokter ASN yang siap ditempatkan dimana saja.

"Menurutnya tenaga dokter ini berbeda dengan tenaga bidan maupun perawat. Kalau bidan dan perawat itu banyak, ketika dibutuhkan maka tinggal pindah tugaskan saja,"ucapnya.

Fianty mengaku bahwa ada sekitar 4 dokter PNS putra dan puri sula yang sudah bertugas di Puskesmas, akan tetapi saat ini mereka lagi melanjutkan sekolah.

"Jadi kalau mereka kembali mungkin tidak lagi bertugas di Puskesmas karena mereka sudah jadi dokter spesialis maka mereka sudah akan bertugas di rumah sakit,"jelasnya.

Jadi untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter di Puskesmas, lanjut Fianty, maka saat ini Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan terus berupaya berkomunikasi dengan Kementerian lewat via zoom.

Sementara berbicara menyangkut dokter kontrak, Dinas Kesehatan juga sudah sangat berupaya untuk kontrak dokter dari luar daerah, hanya saja tidak ada dokter yang mau dikontrak di Sula, ini yang susa.

"Jangan jauh-jau, contohnya saja, ada salah satu dokter putra sula yang kami minta untuk mengontrak nya tapi dia tidak mau, dia lebih memilih ke Bacan,"ucapnya.

Fianty Buamona mengatakan, meskipun begitu akan tetapi Bidang SDK Dinas Kesehatan Kepulauan Sula tak tinggal diam, mereka terus berupaya berkomunikasi dengan dokter-dokter yang ada di Sula saat ini untuk meminta bantu komunikasi dengan teman-teman dokter mereka, jika teman-teman mereka ada yang mau maka Dinas Kesehatan Sula ini siap kontrak.

"Jadi selain menunggu dokter NS yang baru dari Kementerian, kami juga terus berupaya kontrak dokter untuk mengisi kekosongan tenaga dokter di beberapa Puskesmas,"terangnya.

Ia mengatakan, beberapa hari lalu bidang SDK Dinas Kesehatan melakukan Zoom dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahas terkait masa kontrak dokter NS yang akan berakhir di tanggal 31 juli 2026.

"Dari hasil Zoom bersama Kemenkes, di informasikan bahwa masa tugas dokter NS yang sebelum nya hanya 2 tahun, kini bertamba menjadi 3 tahun. Jadi alhamdulillah, kita juga ikut senang karena bertambanya masa tugas dokter NS menjadi 3 tahun,"ungkapnya merasa senang.

Fianty menambahkan, Lokasi Khusus (Lokus) untuk puskesmas-puskesmas yang tidak memeliki dokter akan terbuka terkecuali dokter NS yang ada saat ini mereka punya masa kontrak sudah berakhir dan mereka sudah kembali ke daerah asal mereka masing-masing.

"Bidang SDK Dinkes Sula sudah meminta kepada Kementrian agar Lokus untuk Kepulauan Sula itu di Puskesmas desa Mangoli, Kecamatan Mangoli Tengah.

Fianty megaskan bahwa, perlu diketahui bahwa kekosongan dokter di Puskesmas Mangoli itu sudah berlangsung lama sejak dirinya belum menjadi Kadinkes. Bahkan Kadinkes sebelumnya juga sudah berulang kali mengusulkan permintaan di Kementerian.

Tidak hanya Puskemas di desa Mangoli, Bidang SDK juga mengusulkan Puskesmas desa Buya, Kecamatan Mangoli Selatan, Puskesmas desa Dofa, Kecamatan Mangoli Barat, dan Puskesmas desa Fuata, Kecamatan Sulabesi Selatan sebagai Lokus.

"Kami juga meminta Lokus untuk Puskesmas desa Buya karena dokter nya ada tes, dan sementara lagi menunggu hasil, apabila dia lolos spesialis maka otomatis Puskesmas buya akan kekosongan dokter lagi,"cetusnya.




Share:
Komentar

Berita Terkini