(Foto): Kopdeskel Fatce, Kecamatan Sanana.
MALUT INEWS, SANANA- Progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih yang dijalankan oleh Kodim 1510 Kepulauan Sula, hampir rampung.
Hal tersebut disampaikan Dandim Kodim 1510 Kepulauan Sula, Letkol Inf.Zulfani, S.Sos, saat ngopi bareng insan pers di Waimua Coffe, desa Falahu Kecamatan Sanana, pada minggu (06/09/26).
Orang nomor satu di Kodim 1510 Kepulauan Sula itu, mengatakan bahwa pada prinsipnya progres pekerjaan pembangunan Kopdeskel merah putih di 8 titik sudah menyentu di angka 95 persen.
Dia mengatakan, kita melaksanakan program ini menggunakan metode padat karya karena mengigat keterbatasan anggaran yang mungkin kita semua sudah tau.
"Namun, meskipun bekerja dengan anggaran yang terbatas tapi berkat kita bekerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat yang ada di desa-desa tersebut, alhamdulillah sampai saat ini progres pekerjaan nya sudah mencapai 95 persen,"ujarnya merasa senang.
Dalam proses pekerjaan, kata Zulfani, ada dinamika-dinamika yang kita alami, yakni kelangkaan material berupa semen, karena kehabisan stok di toko, sehingga kita harus menunggu 2-3 minggu baru stok terisi.Kemudian pergeseran material berupa CMP dan besi yang kita harus pesan dari luar daerah, seperti di Surabaya dan Luwuk. Serta 28 tenaga ahli yang kita datangkan dari Jawa Timur untuk melaksanakan pengalasan.
Semua itu membutuhkan hitungan-hitungan manajerial yang luar biasa, sehingga pembangunan Kopdes yang kita bangun tidak sama dengan pembangunan Kopdes yang ada di pulau jawa atau sumatra.
"Dinamika-dinamika inilah yang membuat kita tetap pelan-pelan berjalan. Meskipun pelan-pelan tapi kami tetap berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut ditahap 100 persen,"ucapnya.
Lebih lanjut Zulfani mejelaskan, program ini pada titiknya nanti akan ada verifikasi. Nah, di tahap verifikasi itulah baru kita mendapatkan hasil bahwa Kopdes yang kita bangun ini sudah standar layak sehingga sudah bisa berlanjut ke tahap berikutnya.
"Verikfikasi nanti dilakukan oleh Agrinas dan instansi terkait di Pemda Kepulauan Sula. Verifikasi akan di agendakan setelah kita menyatakan pekerjaan sudah 100 persen, barulah tim turun,"jelasnya.
Setelah selesai di verifikasi, sistem manajerial nya nanti dijalankan oleh teman-teman pengawas. Kami TNI pada prinsipnya hanya membangun fisik, namun untuk sistem manajerial nya sudah diatur secara internal oleh Agrinas dan perwakilan-perwakilan pengurus yang ada di Kepulauan Sula.
"Setelah verifikasi, nanti ada sesi berikutnya, yaitu penyerahan ke Pemerintah daerah, kemudian Pemda serahkan lagi ke desa. Kalau menyangkut admistrasi pengelolaan nya sudah ada pada ruang-ruang internal Agrinas,"ujarnya.
Dia menegaskan, jadi Kodim hanya membangun fisik serta ikut menjaga bersama masyarakat. Kemudian yang terakhir, ya mungkin mengamankan.
Lebih jauh, Zulfani mengatakan bahwa dirinya merasa bersyukur atas program-program pemerintah yang dijalankan Kodim 1510 Kepulauan Sula karena mendapat respon positif dari masyarakat
"Saya ucapkan terimakasi kepada masyarakat Kepulauan Sula dan Taliabu atas respon mereka terhadap kegiatan yang kami laksanakan, ini sangat luar biasa,"ucapnya.
