(Foto): Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepsul, Hj.Fianty Buamona.
MALUT INEWS,SANANA- Kekosongan dokter di Puskesmas desa Kabau,Kecamatan Sulabesi Barat dan Puskesmas desa Mangoli, Kecamatan Mangoli Tengah dikeluhkan warga.
Kondisi kekosongan itu sudah berlangsung lama, sehingga setelah Fianty Buamona dipercayakan menjadi Plt Kepala Dinas Kesehatan diharapkan dapat mengambil langkah cepat menempatkan dokter di dua puskesmas tersebut.Akan tetapi tidak ada langka apa-apa yang dilakukan.
Sehingga menimbulkan pertanyaan besar terhadap kinerja Fianty Buamona selaku Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Sula yang dipercayakan membenahi kebutuhan kesehatan di sula.
Publik mempertanyakan, sebernya apa saja yang dikerjakan Fianty Buamona sejak dilantik oleh Bupati pada bulan februari Tahun 2026, sehingga kekosongan dokter di Puskesmas saja tidak diperhatikan? Padahal penempatan dokter di Puskesmas merupakan tugas pokok dan tanggungjawab Dinas Kesehatan.
Selain menjadi pertanyaan publik, kondisi kekosongan tenaga dokter di dua Puskesmas rawat inap itu juga mulai di sorot Ketua Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) Kabupaten Kepulauan Sula, Arsan Umasugi.
Dia menegaskan bahwa, Fianty Buamona yang dipercayakan sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan itu dengan tujuan untuk membenahi fasilitas kesehatan di Kepulauan Sula, termasuk menempatkan tenaga dokter di Puskesmas. Tapi nyatanya tidak ada gebrakan apa-apa yang dilakukan Fianty Buamona.
"Seharus nya setelah dipercayakan menjadi Plt Kepala Dinas Kesehatan, sala satu langka yang harus dilakukan Fianty Buamona yaitu melakukan kunjungan ke Puskesmas-puskesmas untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan lancar atau tidak, dan Puskesmas mana saja yang belum memeliki dokter?,"ujarnya mempertanyakan kinerja Fianty.
Lebih lanjut Arsan Umasugi mengatakan bahwa, Fianty Buamona adalah mantan Kepala Puskesmas yang mungkin lebih tau banyak menyangkut hal kesehatan, termasuk penting nya penempatan dokter di Puskesmas. Tapi yang terjadi malah ia membiarkan puskesmas rawat inap tanpa dokter, ini sangat disayangkan.
"Sebagai Kepala Dinas Kesehatan, seharusnya Fianty Peka terhadap persoalan yang terjadi, terutama kekosongan tenaga dokter. Ia harus bertanggungjawab mendistribusikan tenaga dokter agar merata. Bukan malah membiarkan puskesmas rawat inap tanpa dokter,"ucapnya tegas.
