Ketua DWP Kepsul Ny.Melisa Soamole Pantau Langsung Lomba Cipta Menu
MalutInews. Sanana- Ratusan ibu-ibu Darma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kepulauan Sula, siang tadi, Minggu (07/12/2025) tampil cantik di halam Istana Daerah (Isda) mengikuti lomba cipta menu.
Lomba cipta menu yang digelar DWP Kabupaten sebagai salah satu rangkaian acara dalam menyambut HUT DWP Ke-26 tahun 2025.
Peserta lomba cipta menu terdiri dari DWP Unsur Pelaksana (UP) di tingkat Oraganisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemda Kepsul, serta peserta dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kepulauan Sula dan Lapas Kelas IIB Sanana.
Dalam lomba itu, terlihat perserta DWP UP dari masing-masing OPD mengeluarkan skil, ketrampilan dan kecepatan mereka dalam mengolah menu. Amatan media ini, pangan lokal seperti ubi Jalar menjadi bahan dasar menu olahan.
Peserta Lomba Cipta Menu DWP UP Dinas Kominfo Kepulauan Sula.
Asisten III Setda, Hi. Zaidun, S.Pd., M.Pd mewakili Sekda sekaligus Penasehat DWP Kabupaten Kepulauan Sula, dalam sambutan nya menyebut, bahwa tujuan lomba cipta menu ini untuk para peserta berinovasi kreatif menciptakan menu baru berbahan pangan lokal.
"Lomba cipta menu ini, menjadi ajang silaturahim dan menguatkan hubungan kekeluargaan antara pengurus DWP UP lintas instansi. Selain itu, bertujuan untuk mengenalkan pangan lokal berupa ubi jalar kepada masyarakat," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Zaidun berharap melalui kegiatan ini menjadi momentum saling merangkul antar pengurus DWP UP. Namun ia juga menegaskan peran penting DWP dalam mendukung program Pemerintah Daerah, yakni ketahanan pangan melalui cipta menu berbahan pangan lokal,"ucapnya mengakhiri.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Siti Hawa Marasabessy, S.P., mewakili Tim Juri dalam kegiatan itu mengungkapkan, ada beberapa hal penting dalam penilaian.
"Jadi bukan hanya dari segi sajian yang ditampilkan di atas piring, melainkan juga dari segi rasa," pungkasnya.
Diketahui, tim juri lainnya dalam lomba tersebut di antaranya, perwakilan dari PKK Kepulauan Sula, Hj. Jaleha Sanaba dan dr. Ika Nurwulandari.

