Dimoment HUT Kepulauan Sula Ke-23 Tahun, Bupati Santuni Anak Yatim dan Menyerahkan SK 100 Persen Kepada 45 PNS

Editor: Ekhy Drakel author photo

(Foto): Bupati Kepulauan Sula,Santuni Anak Yatin dan Penyerahan SK 100 Persen.

MALUT INEWS, SANANA- Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Sula, Maluku Utara, pagi tadi, Minggu (31/05/2026) melaksanakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kepulauan Sula yang ke-23 tahun. 

Upacara yang dipusatkan di halaman Istana Daerah (Isda), di desa Fagudu Kecamatan Sanana, berlangsung meriah dan penuh khidmat.

Bupati Kepulauan Sula, Hj.Fifian Adeningsi Mus bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup), memimpin langsung jalannya peringatan HUT Kepulauan Sula yang ke-23 tahun.

Upacara peringatan HUT itu, melibatkan seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemkab Kepulauan Sula, Forkopimda, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta pelajar. Bahkan Ketua DPRD Kabupaten Pulau Taliabu dan perwakilan Pemkab Pulau Taliabu juga turut menghadiri upacara peringatan HUT Kepulauan Sula yang ke-23 tahun itu.

Amatan Malut Inews.com, upacara peringatan HUT Kabupaten Kepulauan sula yang ke-23 tahun menjadi momentum bahagia bagi 45 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan anak yatim.

Dimoment yang bahagia itu, Bupati Kepulauan Sula, Hj.Fifian Adeningsi Mus menyerahkan SK 100% kepada 45 PNS yang lulus tahun 2025 lalu. 

Selain itu, Bupati dan Forkompimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) juga secara simbolis memberikan santunan kepada anak yatim.

Pada kesempatan itu, Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Kodrat Muh.Hartanto yang didampingi Ketua STAI Babussalam Sula, Dr.Sahrul Takim, juga menyerahkan secara simbolis buku Siskamling 'Jaga Sula' kepada Bupati Hj.Fifian Adeningsi Mus.

Menariknya, rangkaian upacara peringatan HUT Kepulauan Sula juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni oleh sanggar budaya lokal yang menampilkan tarian Ronggeng Gala dari desa Fatiba, Kecamatan Sulabesi Tengah, dan desa Kawata, Kecamatan Mangoli Utara Timur. Ronggeng Gala merupakan sala satu tarian leluhur (Nenek) moyang dari jaman dahulu yang terus dilestarikan.

Selain itu, sanggar 'Sula Bahagia' juga menampilkan eforia memanen hasil alam Kepulauan Sula, seperti memanen coklat (Kakao), mencari ikan di laut, dan memanen padi di ladang, yang peragakkan oleh para pelajar.

Share:
Komentar

Berita Terkini