Marini Nur Ali, S.KM, M.Si Kadis Pendidikan Kepulauan Sula
MALUT INEWS, SANANA- Sejumlah sekolah di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara "Keciprat" Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun 2026 untuk peningkatan sarana dan prasarana sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Kepulauan Sula, Marini Nur Ali, S.KM,M.Si ketika di temui wartawan diruang kerjanya pada Senin (20/04/2026) membenarkan hal tersebut.
Ia mengatakan bahwa untuk tahun 2026 ini ada 15 sekolah yang menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk bangun baru dan rehab. Diantaranya 9 sekolah SD dan 6 sekolah SMP.
"Itu sudah dibagikan oleh pemerintah pusat kepada seluruh sekolah di indonesia, dan alhamdulillah tahun ini Kepulauan Sula sedikit mengalami peningkatan,"ujarnya.
Marini menjelaskan, tahun 2025 lalu hanya 8 sekolah dasar (SD) yang menerima DAK tapi sekarang naik menjadi 9 sekolah. Kemudian sekolah SMP juga tahun 2026 lalu hanya 4 sekolah yang menerima DAK tapi tahun 2026 meningkat menjadi 6 sekolah.
Enam sekolah SMP penerima DAK di tahun 2026 ini yakni, tiga sekolah di pulau Sulabesi dan tiga sekolah di pulau Mangoli. Tiga sekolah di pulau Sulabesi, diantaranya SMP Negeri 2 Sanana, SMP Fatkauyon dan SMP Waigai. Kemudian untuk di pulau Mangoli itu, SMP Negeri 1 Falabisahaya, SMP Wailoba dan SMP Naflo.
Sementara untuk sekolah SD, awalnya kami usulkan 50 namun hanyak dapat 9, yakni SD Negeri 2 Dofa, SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Capalulu, SD Negeri 1 dan SD 2 Negeri Sanana, SD Negeri 2 Waitamela, SD Negeri Bega, SD Negeri 2 Fatkauyon dan SD Negeri Waigai.
"Jadi dari 15 sekolah ini kegiatan nya berfariasi, ada yang bangun baru, rehab ringan dan rehab berat, tapi yang paling banyak itu rehab berat,"jelasnya.
Lebih lanjut Marini Nur Ali mengatakan, Kepala-kepala sekolah SD yang bersangkutan sudah memasukkan dokumen persiapan untuk pembangunan. Mereka juga sudah pembentukan panitia.
"Kemudian untuk sekolah SMP sementara sudah dalam tahapan asistensi RAB tahap pertama di provinsi, jadi kalau asistensi sudah selesai maka tinggal penandatanganan MoU,"ujarnya menjelaskan.
